Artis Muda Berbakat Kevin Ardilova

Memulai debut aktingnya di film ‘Dear Nathan’, sosok Kevin Ardilova sekarang memang sudah nggak asing lagi di dunia layar lebar Indonesia. Aktor berusia 21 ini sekarang dikenal luas setelah berperan sebagai Jaka di film ‘Bebas’ yang hits di tahun 2019. Dia pun juga tampil di film ‘Guru-guru Gokil’ yang tayang di Netflix dan beradu akting dengan sejumlah artis ternama, seperti Dian Sastrowardoyo, Gading Marten, dan Asri Welas. Sering membintangi film-film ternama, nggak heran kalau Kevin sekarang menjadi salah satu idola para remaja saat ini.

Setelah banyak bermain film, Kevin juga menjajal akting di dunia miniseri. Ia sempat terpilih sebagai Sahur di miniseri ‘Pesantren Rock and Dut’. Dan di tahun ini, Kevin juga bermain didalam FTV ‘Catatan Harianku’ yang juga sempat mencuri banyak perhatian. Di FTV tersebut, Kevin mendapatkan kesempatan untuk beradu akting dengan Naomi Zaskia dan kepiawaiannya dalam membawakan peran berhasil membuat perasaan para penonton baper.

Dan sekarang, Kevin kedapatan pengalaman yang baru dan akan membintangi original series dari Vision+ yang berjudul ‘The Intern’ sebagai pemeran utama yang bernama Beckham. Kevin mengaku ke Letter F bahwa series ‘The Intern’ akan menjadi salah satu peran yang belum pernah ia ambil sebelumnya, and says he’s very excited to get into Beckham’s character even more to grasp new experiences into his acting career.

So many characters that you have portrayed before. Apa kamu termasuk picky dalam peran yang kamu ambil?
“Iya, gue cukup picky dengan karya-karya yang gue ambil dan gue haus akan peran-peran baru. Justru gue akan mengambil yang menantang dan beda-beda karena gue haus akan pengalaman karakter-karakter yang beda. Dan dari akting dan film, gue jadi belajar banyak tentang kehidupan, perbedaan, kemanusiaan, dan juga tentang latar belakang orang yang beragam. Itu yang gue cari.”
Since you’ve played in so many big movies before, dari semua film yang udah lo peranin, which one was the most meaningful to you?
“Gue merasa seneng banget ketika gue main film ‘Bebas’ karyanya mas Riri Riza. Karena itu adalah sutradara pertama gue dan kayaknya semua orang pengen main disutradarai oleh mas Riri Riza juga, that’s why I felt proud to be able to take part in it. Film itu lumayan panjang persiapannya, jadi gue bener-bener nggak ngosongin waktu untuk ngelakuin yang lain. Biar gue bisa tetap fokus di film itu. Itu salah satu film yang gue nyemplung banget, sih, yang di kepala gue tuh gue nggak boleh ngancurin ini. Dan Alhamdulillah, sejak film itu rilis, ternyata kerja keras yang gue tumpahkan ke film itu terbayarkan karena rata-rata banyak yang nawarin gue karena nonton gue dari film ‘Bebas’. Jadi gue bersyukur banget Alhamdulillah dapet kesempatan itu.”
Since you made your first debut in movies, which one do you enjoy more? Acting in movies or in FTVs?

“Walaupun memang beda-beda cara mainnya, tapi karena gue mulainya di film, gue sukanya ya di film. Tapi tidak menutup kemungkinan gue pengen juga nyoba yang lain. Karena balik lagi, gue emang haus akan pengalaman-pengalaman itu. Gue suka film karena gue suka akting, film itu kan wadah pesan. Kita tau banyak hal dari film. Hal-hal yang selama ini kita nggak tau itu dituang di film. Jadi gue suka menyampaikan pesan aja ke orang, contoh salah satu peran gue di ‘Guru-guru Gokil’. Gue senang banget main di film itu karena gue bisa menyampaikan perasaan yang mereka rasakan yang orang mungkin nggak tau. Yang akhirnya orang pas nonton bisa menyadari banyak hal. Gue suka itu sih, itu ada kesenangan tersendiri di dalam gue tiap memerankan peran. Jadi gue bahagia acting karena itu, that’s my motivation in acting.”

Have you ever gotten into your character too deep that it affected your life sampai cara lo bersikap dan juga persepsi lo secara menyeluruh?

“Pernah, ada satu film judulnya ‘YUNI’, it’s still on process. Tapi karena itu persiapannya panjang dan karakternya 180 derajat berbeda sama gue, gue yang tenang dan pede, dan peran yang gue mainin ini anak SMA yang kuper. Jadi itu luar biasa masuknya, impact setelah syutingnya tuh panjang, hampir sebulan gue nggak ngambil kerjaan yang lain. Gue sampai harus nanya ke mentor-mentor gue di akting dan juga sutradaranya like on how to get it over with. Gue jadi dapet sesuatu lagi, tentang perbedaan dan manusia yang lahir tumbuh secara beragam. Tergantung latar belakang mereka ketika mereka dilahirkan. Itu banyak ngajarin gue, gue jadi tau isi kepala orang dan apa yang orang itu rasain.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rendra Martin
Stylist: Sasqia Ayuningtyas & Karina Yu
Wardrobe: Rave Habbit, 2nd Red, Depatu, available on The F Thing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Premium Store at the F thing
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram