Bahas Vans Bareng Denis Juherman

Vans, a sneakers and clothing brand from the United States, has long been craved by the young generation, especially skateboarders. And Denis Juherman is no exception, a 26-year-old guy who now owns more than 200 pairs of Vans sneakers. Kecintaan Denis kepada brand sepatu Vans bermula sejak tahun 2008 ketika ia membeli Vans Authentic.

Denis mengatakan, waktu itu Vans masih sulit masuk ke dalam negeri, dan masih belum bisa membedakan yang asli dan palsu. Tiga tahun kemudian, Denis mulai menganggap serius koleksi Vans tersebut dengan memfokuskan pada jenis Vault dan Syndicate. Of the 202 pairs of Vans shoes that Denis owns, there are two pairs that are his most favorites. First is Vans Vault x Blends which was released in 2014, and second is Vans edition of The Simpsons, yang membuatnya dipandang karena telah mengoleksi dari koleksi awal sampai yang akhir full set. Denis lebih fokus mengoleksi edisi terbatas yang jumlahnya hanya 100 pasang di dunia.

Kecintaan lo udah bermulai dari 8 tahun lalu. Apakah menjadi seorang OG Vans membuat lo harus keep up dengan koleksi lo?
“Vans itu tiap merilis sepatu baru, nggak cuma sekali dan setiap karakternya ada beberapa pasang. Ada beberapa tahun terakhir, gue memutuskan setiap koleksi Vans terbaru apapun itu, berapapun jumlah sepatunya, pasti gue sikat beli semua. Gue itu tiap beli sepatu Vans, jarang setelah gue beli langsung gue pakai. Karena gue koleksi, jadi gue beli dan gue taruh. Karena gue bisa beli koleksi yang nggak semua orang punya jadi punya kebanggaan tersendiri.”
What kind of sacrifices you had to go through to get the type of Vans that you want?

“Karena Vans sebelumnya nggak ada di Indonesia sebelum di-take over Navya, jadi waktu itu cari Vans memang agak susah dan hampir 80% dari koleksi gue nggak ada di Indonesia. Ada koleksi gue yang jadi lumayan punya nama di kalangan sneakers enthusiasts: edisi Vans yang The Simpsons rilis di tahun 2005. Gue koleksi itu dari awal sampai terakhir di tahun 2018 dan baru full collection satu set dan emang rata-rata sepatu yang gue beli itu belinya online.”

Why Vans? Banyak sneakers enthusiasts yang memang mengoleksi hampir semua brand sneakers seperti contohnya Adityalogy. What is it that you see in Vans that makes you keen to keep collecting?
“Sebenarnya pas awal-awal gue mengoleksi, gue juga koleksi Asics, Nike dan yang lainnya. Cuma gue dari dulu seneng sepatu yang memang eye catching. Walaupun gue suka barang yang serba gelap, tapi gue juga suka sesuatu yang kalau orang melihat gue mikir, ‘Sepatunya bagus, deh’. Dan kenapa harus Vans? Vans itu mempunyai design yang nggak pernah ngebosenin buat gue, Vans has its own character. Kalau menurut gue, Vans itu selalu serius dan nggak sembarangan tiap dia kolaborasi dengan brand-brand besar lainnya.”
Vans, as we know, is associated as skate shoes.

“Vans sebenarnya dulu sempat menjadi brand tenis, dan sekarang mulai makin berevolusi dan makin ke sini menekankan kalau Vans itu bukan hanya sepatu skate, though it used to dedicate itself to be the best skate shoes in the world. Sekarang Vans udah mulai menjadi brand sneakers yang cukup besar di dunia streetwear. Jadi, menurut gue, Vans ini nggak bisa diidentikkan dengan skate. Walaupun memang brand skate, tapi Vans udah menjadi lifestyle dan comfortable untuk dipakai sehari-hari.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Ari Angga
MUA: Fadilah Putri
Stylist: Sasqia Ayuningtyas
Wardrobe: Legiteamate, available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram