Inside the Modeling World with Glenn Alvin and Fernando José from LSPR

Nggak cuma memiliki wajah dan tubuh proporsional untuk dikatakan sebagai model profesional, nyatanya masih banyak kriteria dan talent khusus yang harus dimiliki oleh seseorang untuk menjadi model yang tulen. There are also a lot of types of models; from there are fashion models, runway models, commercial models, fitness models, and hand models. Moreover, modeling is one of those exclusive professions that lends itself to executing your creative skills in diverse ways, and Glenn Alvin and Fernando José from LSPR Modelling Club know about it most.

Letter F had the opportunity to dig deeper about how models view the modeling industry nowadays from these 5’9 men of LSPR Modelling Club, Glenn and Nando also to know more about the club itself. Glenn Alvin sendiri adalah seorang model yang sempat menjabat sebagai Presiden LSPR Modelling dari tahun lalu sampai tahun ini, dan juga sempat menjadi pemenang LSPR Fashion SAGA 2019. Sedangkan Nando adalah model yang akan meneruskan untuk menjabat sebagai Presiden LSPR Modelling per tahun depan.

Please guide us through your modelling experiences from the start.
Nando: “Gue itu nyoba modeling awalnya gara-gara sempat ikut UI Fashion Week, terus dari situ mulai dapet banyak channel untuk foto-foto. Kalau pengalaman, karena gue baru start di tahun ini, gue belum terlalu banyak punya pengalaman, mungkin cuma baru foto katalog dan jadi model untuk beberapa brand lokal. Oh! Waktu itu juga gue sempat di up ke forum Hypebeast, which was a huge honor for me.”
Glenn: “Awalnya gue nggak punya plan untuk start modeling sama sekali. Gue itu baru ada plan karena join LSPR yang awalnya disuruh sama teman-teman gue. Karena gue udah ada agency, which is 2icons, jadi pengalaman gue udah lumayan banyak. Udah pernah ikut iklan, campaign, dan yang memorable untuk gue itu ikut campaign Uniqlo. Karena itu job pertama untuk gue dan sisanya menjadi model di The F Thing.”
Selama kalian menjadi model, apa aja suka dan duka di industri ini?
Nando: “Kalau suka, gue emang seneng bisa ada di industri ini. Model kan coba-cobain baju, orang ngeliat kita glamor banget bisa jadi model. Pake bajunya jadi bagus terus.”
Glenn: “Kalau buat gue, sukanya punya penghasilan yang lumayan. Kalau model itu sehari bisa berapa jam dan dapet jumlah yang lumayan. Tapi dukanya, nggak setiap saat ada jobnya. Dan juga sulit untuk mengimbangkan waktu sama kuliah.”
What are your views towards the misconception that the public often have towards this industry?

Nando: “Kalau model itu imagenya kadang negatif. Orangtua juga awalnya berpikir ngapain jadi model, nanti nggak bener. Padahal sebenarnya nggak, kalau udah masuk itu biasa aja karena tergantung diri masing-masing. Cuma orang-orang liat di luar, mereka nggak tau karena belum pernah ngerasain apa yang kita rasakan. Padahal model itu beda-beda, ada yang model buat fashion ada juga model buat majalah dewasa. Jadi tergantung juga model seperti apa yang mereka liat.”

Glenn: “Mungkin menurut gue, kebanyakan orang yang mengaku seorang model terus berlaku tidak baik bisa jadi representative semua model. Nah, model-model yang seperti itu yang membuat kita yang pengin terjun ke dunia model malah dicap jelek sama orang yang nggak terlalu familiar dengan dunia permodelan.”

Apa plan kalian selanjutnya sebagai model?

Glenn: “Kalau buat gue, karena sekarang gue ngerasa modeling itu kita cuma dinilai dari fisik kita aja, padahal sebenarnya kita masih punya skill lebih dari fisik kita. Entah mungkin acting dan yang lainnya. Kalo rencana gue, pengin abis ini modeling, gue pengin terjun lebih ke dunia entertainment menjadi seorang aktor.”

Nando: “Betul, karena model memang lebih diliat dari fisik, jadi nggak tahan lama dan nggak bisa sampai tua. Jadi kalo gue, jalanin dulu yang masih ada, karena sambil kuliah juga. Jadi, sebenarnya, menjadi model ini sampingan dan fokus utamanya masih kuliah.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Ari Angga
MUA: Nadia Renata
Stylist: Sasqia Ayuningtyas
Wardrobe: Legiteamate, Rave Habbit, Noir Sur Blanc & Bae, all available at The F Thing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Premium Store at the F thing
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM

letterf.id

Load More... Follow on Instagram