Just Like Everyone Else with Alice Tedja Sedjaja

We introduce you to Alice Tedja Sedjaja and Bu Lianawati. The 26-year-old and her teacher have known each other for a long time and it was so cute to see their interaction, Bu Liana with her patience and Alice with her cute reaction to everything her teacher says. Their relationship is more than just student and teacher relationship, it’s beyond that. Their kindness to each other, their kindness to many people inspire us to always do kind things, have respect towards everyone, and of course to love sincerely.

Bu Liana seorang guru yang sekarang mengajar di Center of Hope ISDI, yang lebih sering mengajar Alice daripada muridnya yang lain, mengatakan kalau ia berusaha semaksimal mungkin dan berdedikasi untuk mengajarkan banyak hal kepada Alice pelan-pelan and shape her to learn better without complaining.

Hal apa yang kalian suka dari satu sama lain?
Bu Liana: “Alice itu nggak pernah marah selama saya ngajar di Center selama 5 tahun. Jadi kalau saya kasih tau, dia akan selalu nurut. Cuman kalau misalkan dia ada berbuat salah, dia akan otomatis merasa kalau dia itu salah. Tiap dipanggil pasti langsung ngerasa takut. Tapi ya itu dia, Alice sama sekali nggak pernah marah.”
Alice: “Iya, Alice takut kalau dimarahin sama Bu Liana.”
Satu kata yang menggambarkan satu sama lain?
Bu Liana: “Saya tuh selalu gemas sama dia. Gemas pengen saya lipat-lipat.”
Alice: “Kalau Alice sama Bu Liana, takut dimarahin.”
Hadiah apa yang akan kalian berikan ke satu sama lain?
Alice: “Jaket dan jam tangan.”
Bu Liana: “Saya pengen ngasih hadiah ke Alice itu bukan berbentuk barang, tapi saya pengen lebih memberikan kepada Alice itu apa yang dia belum bisa dan saya akan mengusahakan sampai dia bisa. Jadi dia bisa lebih survive untuk kemandirian dia. Itu hadiah yang saya ingin berika ke Alice.”
Tanggapan tentang orang-orang lain yang melihat Alice itu berbeda?
Alice: “Iya, senyumin aja.”
Bu Liana: “Betul, kita senyumin. Kadang juga kita sapa dan kita ajak kenalan.”
Apa yang dilakukan kalau Alice sedih?
Bu Liana: “Biasanya saya diemin dulu, kemudian saya peluk dan saya tanya kenapa. Setelah itu dia biasanya cerita kejadian di rumahnya, terus cuman saya ingetin untuk belajar aja karena lagi di sekolah. Setelah itu dia langsung happy lagi.”
Apa yang membuat kalian bahagia?
Bu Liana: “Yang membuat saya bahagia itu kalau anak-anak di sekolah bisa mengikuti pelajaran dan bisa berubah untuk ke arah yang lebih baik. Itu yang membuat saya paling bahagia.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rian Pandu
MUA: Nadia Renata
Wardrobe: FIGURE, available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM

thefthingworld

Load More... Follow on Instagram