Just Like Everyone Else with Santi Valentina

Santi Valentina and her sister, Thalia Octavia, are our last lovely siblings for Just Like Everyone Else series. Love and affection are mostly felt, and seeing Santi and Thalia’s sisterhood, we can see that it’s possible to translate our feelings through actions and words. From Santi herself, we can learn that it is essential to let people around us know how much they mean to us, how much we love them, and care for them. Through their relationship, we are reminded to love wholeheartedly while we can.

Thalia yang berumur 23 tahun mengaku kalau kakaknya, Santi, yang berumur 26 tahun memang penyayang and would randomly give them a hug once in a while. Thalia juga mengatakan kalau dirinya nggak memanggil Santi dengan panggilan kakak karena Santi selalu menganggap dirinya paling kecil dari adik-adiknya.

Hal apa yang paling kalian suka tentang satu sama lain?
Thalia: “Kami paling sering becanda satu sama lain kalau di rumah. Kalau Santi suka nonton YouTube atau bantu mama pergi beli sesuatu. Dia juga hobi main gadget dan nge-dance. Aku itu adiknya, tapi Santi suka merasa diri dia masih lebih kecil dari aku dan adik-adiknya yang lain.”
Seberapa sayang Thalia?
Thalia: “Sayang banget sama Santi. Masih belum terbayang kalau suatu hari nanti kita udah nggak bareng lagi. Karena dari yang aku dengar, anak yang menderita down syndrome mempunyai umur yang lebih singkat daripada orang biasa, jadi sangat sangat nggak bisa kebayang suatu hari nanti udah nggak bareng lagi.”
Satu kata yang menggambarkan satu sama lain?
Thalia: “Sayang. Meskipun dia orangnya terkadang temperamen banget, tapi kalau di rumah dia adalah salah satu orang yang paling menghibur.”
Santi: “Sayang semua. Karena baik.”
Kegiatan apa yang sering kalian lakukan?
Thalia: “Walaupun kita suka melakukan kegiatan masing-masing, yang bikin kita nyambung biasanya kita suka becanda. Misalnya, dia kadang suka minta beliin sesuatu. Nah, aku suka becanda nggak mau beliin, tapi nanti suatu hari pasti kita beliin buat dia.”
Santi: “Suka beliin juga. Beliin kaos.”
Tanggapan tentang orang lain yang melihat kalian berbeda?
Thalia: “Kalau aku jujur dulu berpikir mempunyai saudara dengan kebutuhan khusus membuat aku kadang merasa, ‘Kenapa harus aku?’. Tapi sekarang aku udah merasa biasa aja. Toh, dia juga sebenarnya pintar dan nggak menyusahkan. Malah dia menyenangkan banget jadi orang di sekitarnya dan orang luar juga. Jadi, kalau orang lain mau melihat seperti apa juga aku udah biasa sekarang.”
Apa yang kalian lakukan saat melihat satu sama lain bersedih?
Thalia: “Santi kadang suka ngelus kepala kita randomly. Terus suka tiba-tiba muji, ‘Buma baik ya, Buma cantik’. Tapi sepertinya mungkin sekarang Santi belum pernah merasa sedih yang seperti orang biasa rasain. Atau misalnya kalau dia temperamennya sedang kambuh, Papa dan Mama jadi suka marah balik, lalu Santi suka nangis. Tapi, pada akhirnya dia diam sendiri dan mengakui kesalahan sampai minta maaf sendiri.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rian Pandu
MUA: Nadia Renata
Wardrobe: FIGURE, available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram