Just Like Everyone Else with Tiffany Diona Handojo

Being grateful is a key to happiness for Diona and her mother, Ibu Jena. Diona with her heartfelt feelings, and Ibu Jena with her happy-go-lucky soul, complete each other. They know how to make each other happy, like an ice cream shared together or a comfort hug. Their gratefulness towards each other is what makes them grow closer, their focus on the happiness instead of the obstacle, is what keeps them going. The love between them can be seen through their closeness. The many little things they have together, like eating their favorite food, doing their favorite or even dancing together to their favorite song, is a precious memory they can hold on to forever. And through them, we can see that happy little things in everyday life is what keeps us going.

Diona yang bernama lengkap Tiffany Diona Handojo juga adalah salah satu anak yang memiliki down syndrome yang berumur 24 tahun. Salah satu murid dari Center of Hope ISDI ini mempunya hobi menonton, menyanyi, menari dan juga olahraga. Menurut ibunya, Ibu Jena Handojo, Diona juga suka mengikuti apapun yang ibunya lakukan dan juga mengikuti kata-kata yang dikatakan oleh ibunya.

Hal apa yang paling kalian suka?
Diona: “Aku suka ngerjain Mama. Suka nyanyi juga.”
Ibu Jena: “Biasanya saya godain dia duluan, terus dia baru belajar dari saya. Dia jadi suka godain orang juga. Biasanya dia bilang, “Ma, aku begini loh..” Terus saya suka bilang ke dia “Terus, aku harus bilang ‘Wow’ gitu?” Terus dia langsung kesel biasanya. Akhirnya dia nyontoh aku ngomong gitu ke orang lain.”
Seberapa sayang kalian ke satu sama lain?
Ibu Jena: “Sayang banget. Saya sering banget melukin dia, sampai Diona suka marah kenapa saya melukin dia terus. Ya kan, Di?”
Diona: “Iya, karena Mama sayang sama aku. Kalau aku sayang banget, sih. Karena Mama baik banget sama aku.”
Ibu Jena: “Diona itu anaknya tulus, dia nggak pernah bohong. Misalnya dia nggak suka ada gurunya dateng, berarti memang dia lagi merasakan sesuatu karena Diona itu biasanya suka dengan semua orang. Jadi saya selalu percaya sama Diona.”
Satu kata yang menggambarkan satu sama lain?
Ibu Jena: “Diona sayangku. My darling.”
Tanggapan tentang orang lain yang melihat kalian berbeda?
Ibu Jena: “Kalo Diona sih cuek. Saya juga cuek. Kalau dulu dia masih kecil, saya biasanya menjelaskan ke orang-orang sekitarnya bahwa anak ini down syndrome. Karena mereka terkadang pingin tau tapi nggak enak kalau mau nanya, jadi ya saya jelasin aja. Saya nggak terlalu musingin juga, sih. Saya mengerti kalau terkadang orang itu pasti ingin tau.”
Apa yang kalian lakukan saat melihat satu sama lain sedih?
Diona: “Kalau Mama sedih, ya aku tetap ngehibur. Kasih pelukan dan ciuman dan Mama langsung seneng.”
Ibu Jena: “Biasanya kalau dia, karena dia sukanya makan, kalau Diona sedih saya ajakin keluar untuk beli es krim, pasti dia langsung senang.”
Apa yang membuat kalian happy?
Ibu Jena: “Ya, kita happy karena nggak terlalu banyak musingin macem-macem. Persoalan pasti selalu ada. Kadang juga saya suka marahin dia atau dia juga suka marah-marah ke saya. Tapi itu bukan masalah besar untuk kita. Kunci bahagia itu bersyukur. Bersyukur itu nomer satu.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rian Pandu
MUA: Nadia Renata
Wardrobe: FIGURE, available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram