Kamu Kena Zoom Fatigue, Nggak?

Quoting Refinery29, experts are calling “Zoom Fatigue” as a very particular kind of exhaustion that results from constant face-to-face digital interactions, both professional and personal.

Di Rumah Aja menciptakan dilemma baru dimana pandemik mengharuskan untuk jaga jarak tapi juga tetap terhubung untuk melawan rasa kesepian, rasa terputus dari dunia luar. Menurut Vaile Wright, PhD, ketua American Psychological Association untuk riset klinis dan kualitas,

“There’s a lot of focusing and refocusing, and it takes mental energy to read faces on video. Because of this, your brain is working harder than it would normally have to in order to figure out who’s speaking, engage in the conversation, follow along, and contribute.”

Dan dengan minimnya tanda-tanda nonverbal yang biasanya ada di tiap meeting ataupun acara sosial dalam segala bentuk, seperti bahasa tubuh dan sentuhan, maka secara mental pun seorang individu semakin merasa berjarak. Ada juga rasa menebak-nebak karena all eyes are on you, dan perasaan ini memicu rasa insekuritas dimana monolog batin pun menjadi variatif, seperti:
“Kok muka aku dari kiri aneh, ya?”
“Kok leher agak gede gitu?”
Dan lainnya.
Nggak cuma soal hilangnya sentuhan riil, tapi Di Rumah Aja juga membuat orang berpikir bahwa beberapa kegiatan dapat digantikan dengan “pengalihan digital”, contoh pesta via online, kumpul via online, bukber via online, dan lainnya. Otak manusia tidak dibentuk untuk 10 jam nonstop bertatap via online.
Masalah lain juga timbul ketika harus menutup percakapan, dimana dengan penuh sadar bahwa semua alasan normal seperti harus bangun pagi karena ada meeting di luar, harus gym di pagi hari, atau bahkan kencan makan malam—all of this is gone and bearing this in mind, it makes each person tend to stretch and prolong the convo to keep going.
Mencegahnya gampang:
1.Batasi diri paling tidak sebanyak 3x saja dalam sehari untuk meeting via Zoom
2.Fokus pada meeting yang memang urgent dan membutuhkan percakapan berkualitas
3.Selingi dengan a fun Zoom at the end of the day, whether you plan on watching movies online together or learning a new recipe together etc

“How we were looking at video conferencing as a way to combat loneliness at the beginning of pandemic needs to evolve. We just need to be more judicious about how we’re using Zoom, and let it go sometimes, whether that means just sending an email instead of video calling or finding another solution.” 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One response to “Kamu Kena Zoom Fatigue, Nggak?”

  1. […] kata Vaile Wright, PhD, Ketua American Psychological Association, seperti dilansir dari Letter F The F Thing, Minggu […]

Woman's Day Big Sale Up to 80%
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram