Komunitas Terkreatif: FOLKALAND

Folkaland adalah salah satu wadah yang mendukung produk lokal. The community was founded in 2018 as an initiative to create a platform to support the various local brands. Basically dibentuk untuk menjadi platform berbasis komunitas tempat para creative creators, independent brands, dan konsumen yang juga dikenal sebagai “Folkies“, to connect and to grow together.

Letter F mengundang para founder Folkaland, yaitu Sartob (@sartob), Arin (@ariyanisukma) dan juga Pipit (@fitrihidayanti), untuk ngobrol lebih dalam tentang terbentuknya platform ini dan upaya mereka untuk membuat masyarakat lebih tertarik untuk membeli produk lokal. They three stated that they have the same interest in local products so that’s why they decided to walk with Folkaland until this point.

What was the first thing that moved you to create this platform?
Sartob: “Dari dulu I always appreciate local brands. And then aku melihat potensi local brands itu sangat tinggi. Tapi aku lihat mereka nggak punya tempat ataupun platform untuk bisa berjualan ataupun bertemu dengan pelanggannya. Akhirnya Folkaland terbentuk sebagai event organizer untuk menjembatani temen-temen local brands agar bisa bertemu dengan para customersnya.”
Pipit: “Aku melihat potensi brand lokal seperti fashion, aksesoris, DIY, home décor, udah berkembang banget—bahkan sampai barang-barang natural yang ecofriendly itu juga makin banyak. Dari situ kita tertarik untuk menggali lebih dalam potensi dari brand lokal ini dan bagaimana caranya supaya mereka lebih banyak lagi yang suka dan support.”
Arin: “Kita semua punya kesamaan: suka dengan produk lokal. Produk lokal itu disainnya unik dan nggak mass production dan karena inilah yang membuat aku merasa spesial ketika menggunakan produk lokal. Dan along the way, aku memaknai bahwa ternyata produk lokal itu lebih dalam dari itu. Dengan kita membeli produk lokal, kita juga pastinya udah mendukung perekonomian di suatu daerah.”
Upaya apa aja yang kalian lakukan untuk menginspirasi para millennial untuk lebih bangga dengan menggunakan brand lokal?

Pipit: “Masing-masing brand lokal punya cerita dan secara kualitas dari produknya juga bagus. Makanya kita pingin lebih banyak memperkenalkan produk-produk baru yang mungkin anak-anak muda sekarang cuma tahu yang besar dan udah established. Kita di sini lebih ingin memperkenalkan newborn local brands yang kualitasnya juga nggak kalah dengan yang lama dari channel yang kita punya. Kalau pandemi ini selesai, kita pingin tetap membuat sebuah event di mana kita bisa memperkenalkan brand-brand baru tersebut ke masyarakat luas.”

Folkaland’s biggest goal?

Pipit: “Kita pingin bisa support perekonomian Indonesia. Karena kita lihat home industry di luar negri itu udah bisa bantu keluarga dan lingkungan. Kalau di Indonesia, mungkin, hal itu belum dilihat sebagai salah satu hal yang orang bisa lakukan. Nah, buat kalian yang pingin mulai create your own brand, it’s never too late. Kreatifitas kalian itu akan selalu ada tempatnya. Kita pingin anak-anak muda bisa membuat brand sendiri, mengangkat kreatifitas yang mereka punya sampai secara garis besar dapat mempengaruhi perekonomian di Indonesia.”

What are the projects that you’re planning to do in the future to make this happen?
Sartob: “Projek selanjutnya yang kita lakukan ada virtual shopping dengan tema “Beri Makna Detik Hidupmu”. Tapi setelah itu masih banyak banget program yang masih kita develop bersama. Pokoknya kita lagi mencari banyak jalan untuk tetap membantu temen-temen lokal brand, apalagi dengan keadaan pandemi ini.”

 

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imager: Rendra Martin
MUA: Nadia Renata
Stylist: Sasqia Ayuningtyas
Wardrobe: NOHO, LOVO, Figure, Sekar Sendari, Katan, all available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram