Kontestan Miss Indonesia 2020 Malida Dinda: “Bullying Is A Big No”

As a representative of Miss Indonesia from Riau province, Malida Dinda Utami wants to develop and introduce the Riau culture to attract tourists and get to know Melayu culture more to be known better to the world. Model dan juga penyanyi yang masih berumur 19 tahun ini memang gemar bernyanyi dan sempat mengikuti audisi Indonesian Idol sampai masuk ke babak penyisihan.

Malida, or better known with her nickname Mail, has proven that nothing is impossible in this world, you can achieve whatever you want in life as long as you’re patient and have passion in it. Mail bercerita kalau dirinya selalu memiliki mimpi untuk menjadi seorang Miss Indonesia sampai pada akhirnya ia mengikuti audisinya. Selain menyanyi, lulusan SMK Pariwisata di Sukabumi ini juga memiliki hobi bermain gitar dan olahraga basket. Isu yang menurutnya patut diperhatikan adalah masalah bullying di kalangan anak dan remaja, nggak heran Malida menjadi pembicara dan menyebarkan kepedulian terhadap bahayanya bullying.

Figure White Long Coat

What was the push that made you join Miss Indonesia after you got eliminated from Indonesian Idol?
“Jadi dulu waktu SD aku sempat punya cita-cita ingin menjadi Miss Indonesia, tapi Ayah aku sempat menyanggah ide aku menjadi Miss Indonesia sebagai cita-cita. Namun, pada akhirnya pintu rezeki untuk aku terbuka dan setelah tereleminasi Idol, aku langsung ikut audisi Miss Indonesia dan bisa masuk. Dan memang sebenarnya hobi aku itu nyanyi, tapi mimpi aku dari SD adalah menjadi seorang Miss Indonesia.”
You preached about anti-bullying from your own past stories. Apa upaya yang kamu lakukan to spread more awareness about this issue?

“Kalau aku selalu share tentang mental health atau tentang bullying itu sendiri. Aku juga sebenarnya pernah rilis lagu tentang bullying yang judulnya ‘Mencuri Waktu’. Nah, itu diangkat dari ceritaku yang dulu pas aku di-bully, sampai akhirnya aku taruh ke dalam lagu. Inti lagu tersebut adalah supaya orang-orang nggak menganggap remeh tentang isu ini karena kita nggak akan tau apa yang masalah apa yang terjadi di hidup tiap orang. In the end, kita harus tetap baik terhadap semua orang dan nggak meremehkan apa yang ada di dalam diri seseorang.”

Karena kamu juga sering upload cover lagu di YouTube sampai udah rilis single sendiri, sekarang apa fokus kamu untuk kedepannya?
“Sekarang aku emang pingin banget di dunia entertain. Dan sebenarnya aku ada di sisi dimana aku mau jadi musisi sampai punya single sendiri karena kebetulan aku juga udah punya dua single dengan band aku.”
Many say that bullies are actually people who project their own insecurities towards their surroundings, hence the mean words and actions. Kalau menurut kamu sendiri, what makes one become a bully?
“Betul, biasanya mereka insecure dengan diri sendiri dan pastinya nggak ada kerjaan sampai akhirnya sengaja memicu orang-orang agar merasa insecure. Itulah tujuan mereka sebenarnya.”
Lastly, how does having a positive body image look like to you?

“Kalau menurut aku, body positivity itu kebebasan kamu untuk mempunyai bentuk badan seperti apapun yang kamu mau. Selagi kamu nyaman dan sehat, ya why not? Kamu nggak harus langsung untuk terlihat cantik dan kamu juga harus sadar seperti apa kebutuhan badan kamu untuk menjadi sehat.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rendra Martin
MUA: Nadia Renata
Stylist: Sasqia Ayuningtyas
Wardrobe: Figure, Noir Sur Blanc, LOVO, NOHO, all available at The F Thing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram