Ngobrol Bareng Komunitas Parkour Jakarta

Untuk kamu yang suka film-film action dan drama, nggak mungkin kalau kamu belom nonton ‘Yamakasi’. Hal yang paling menarik dari sebuah film Perancis ini adalah bagaimana para tokoh dalam film dengan lihainya melompat dari satu gedung ke gedung lainnya tanpa bantuan alat apa pun. Apa hal ini hanya ada di dalam film? Of course, not.

Letter F mendapatkan kesempatan untuk interview beberapa perwakilan dari komunitas Parkour Jakarta (@parkourjkt) yang udah terbentuk sejak 2007 lalu dan film Yamakasi memang memiliki arti tersendiri bagi pimpinan komunitas Parkour Jakarta. Letter F duduk bareng dengan Izzatul Jihadi (@ijall24), ketua dari komunitas Parkour Jakarta, Ramdani Murtadho (@ramdani_murtadho), sebagai wakil ketua Parkour Jakarta, dan Akbar Putra Mardhika (@axeletlucere) selaku pengajar dan juga pembuat materi di komunitas tersebut. Izzal, atau yang lebih akrab dipanggil Ijal, mengungkapkan kalau komunitas Parkour Jakarta terbentuk pada tanggal 29 Agustus tahun 2007 dan awal terbentuknya itu nggak jauh dari Parkour Indonesia berdiri.

Menurut Akbar, ada berbagai macam teknik yang harus dikuasai, mulai dari lompatan atas bawah, roll, wall climb, jumping over, precision jump, vaulting Swinging through, cat leap, wall spin dan masih banyak lagi. Dan mereka yang ingin menekuni olaharaga parkour pertama-tama juga harus jago lari, lompat dan memanjat.
Cerita awal masing-masing dari kalian mempunyai hobi parkour?
Ijal: “Kalau gue mulai olahraga parkour itu di tahun 2014. Awal tertarik cuma karena waktu itu kebetulan ngeliat orang lagi salto dan menurut gue dia keren bisa kayak gitu. Dari situ gue tertarik, sampai akhirnya gue nyoba mencari komunitas terdekat untuk nyoba bergabung. Dan akhirnya nyoba sekali untuk ikutan. Dan ternyata parkour nggak seperti apa yang selama ini gue pikir, yang cuma sekedar salto, ternyata masih banyak lagi manfaat yang gue bisa dapet dari olahraga ini.”
Akbar: “Awal mula gue tau dan tertarik olahraga parkour itu karena pernah kebetulan ngeliat film di TV yang judulnya Yamakasi karena dulu sering banget ditayangin. Dari situ gue terinspirasi karena film itu membuat gue berfikir kalau olahraga ini terlihat bebas. Akhirnya nyari komunitas di Jakarta, sampai ketemu dengan komunitas ini dan akhirnya daftar.”
Dika: “Kalau gue, waktu itu pernah ngeliat program TV yang tentang extreme sports. Nah, dari situ gue jadi sering nonton setiap malem. Karena gue emang udah kenal sama Ijal dari lama, dia akhirnya ngajakin gue untuk ikut daftar ke komunitas ini. Dan karena gue orangnya nggak bisa diem atau petakilan, akhirnya nemu jalan untuk menyalurkan itu.”
Film Yamakasi itu menceritakan tentang kumpulan orang yang hobi parkour yang dipandang sebelah mata oleh warga di Perancis. Kalau menurut kalian, olahraga parkour udah dipandang seperti apa di Jakarta?

Akbar: “Untuk di masyarakat sendiri sih menurut gue masih cukup asing. Tapi untuk kalangan yang memang suka olahraga dan tau tentang parkour, mereka suka tiba-tba join. Tergantung masing-masing orang, sih.”

Ijal: “Betul, masih banyak yang masih memandang olahraga ini dengan sebelah mata. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu visi misi dari Parkour Jakarta, yaitu memperkenalkan parkour ke masyarakat umum. Jadi mereka nggak sekedar melihat kalau parkour itu olahraga yang cuma lompat-lompatan aja. Perkembangannya juga lumayan pesat karena udah banyak orang yang tau tentang olahraga ini dibanding dulu. Dan dari tahun ke tahun peminat olahraga parkour semakin banyak.”

Unknown facts about parkour?
Akbar: “Teknik melompat yang paling sering digunakan di olahraga ini adalah lompat yang kakinya ditekuk ke depan sampai ke dada.”
Ijal: “Fakta menarik yang banyak orang nggak tau itu, banyak orang yang berfikiran kalau landing dari lompat tinggi itu sakit, padahal nggak karena di parkour itu ada berbagai macam teknik yang harus diingat.”
Dani: “Ini fakta lucu kali ya. Banyak kalau ada orang awam yang melihat seseorang memakai sepatu dan bagian pinggirnya bolong, itu pasti anak parkour. Jadi ada salah satu teknik yang namanya teknik rolling. Jadi kalau misalnya landing menyeret ke aspal yang bisa menyebabkan sepatunya bolong.”
Any goals that Parkour Jakarta want to achieve as a community?
Ijal: “We want to help others to be healthy for free. Itu adalah salah satu kebanggaan dari kita.”
Akbar: “Slogan dari komunitas ini adalah “Be strong to be useful.” Maksudnya adalah kita menjadi kuat itu untuk menjadi berguna. Jadi bukan sekedar kuat untuk diri sendiri, tapi juga berguna untuk orang lain.”
Achievement apa aja yang kalian banggakan sebagai komunitas?

Ijal: “Parkour Jakarta sebagai komunitas itu menurut gue udah menjadi achievement itu sendiri. Kita juga udah sering membuat acara bersama menpora, which means we as a community has been recognized by the government, and that’s already something to be proud of. Kita belum terlalu banyak mengadakan lomba, dulu itu kita gathering hanya sekedar jamming atau mengadakan challenge. Jadi baru belakangan ini aja kita ada lomba. Mungkin kedepannya Parkour Jakarta sebagai komunitas bisa berkembang lebih dengan lomba-lomba yang bisa ditonton oleh masyarakat.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rian Pandu
Stylist: Sasqia Ayuningtyas
Wardrobe: DAMN! I Love Indonesia, W.Essentiels, and Legiteamate available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram