Pengalaman Jadi Juara di KPOP World Festival 2017 Bareng Tiffani Afifa

The girl who made her nation proud, nama yang satu ini pasti udah nggak asing lagi buat para penggemar K-pop di Indonesia. Tiffani Dwiarine Affifa yang menetap di Jakarta dan berprofesi sebagai dokter ini sering banget mengunggah video cover lagu K-pop ke channel YouTube dan juga TikTok miliknya. Bakatnya dalam olah vokal ternyata mampu mengantarkannya sebagai juata di kompetisi K-Pop World festival 2017 yang diselenggarakan di Changwon, Korea Selatan.

Menggaet perhatian melalui lagu ‘Inferiority Complex’ yang dipopulerkan oleh Park Kyung dan Eunha GFRIEND, keduanya berhak atas hadiah sebesar 12 juta Won atau setara dengan 141 juta Rupiah, sampai dengan akhirnya berkesempatan untuk bersalaman tangan dengan Jimin BTS. Penyanyi yang sudah memulai memasuki dunia tarik suara sejak umur 6 tahun, mengaku bahwa awal mula ia menyukai K-pop pada saat kakaknya mengenalkan dia kepada boygroup K-pop Super Junior.

Tiffani juga menjadi salah satu orang Indonesia yang beruntung karena berkesempatan untuk mewawancarai banyak banget artis pemain drama dan film di Korea Selatan seperti  Park Seo Joon, Woo Do Hwan, Ahn Sung Ki, sampai pernah juga mendapatkan kesempatan lain untuk mewanwancara satu-satunya inspirasi Tiffani dalam bermusik yaitu Sam Kim. Sebagai informasi, Tiffani merupakan kontestan Rising Star Indonesia 2 yang kerap menunjukkan kemampuannya menyanyikan lagu-lagu K-pop di atas panggung. Lagu ‘Whistle’ milik BLACKPINK yang dinyanyikannya kembali ke YouTube bahkan sukses ditonton lebih dari 2 juta kali.

Karena Tiffani adalah salah satu musisi yang sangat terpengaruh oleh nggak cuma K-pop, tapi juga hampir keseluruhan budaya Korea Selatan, Letter F got to sit with her to talk about the impact of the K-pop industry and also Korean culture in her life.

All these achievements that you accomplished being a K-pop enthusiast, how did it feel and how did it affect you until now?
How did it feel? Jujur semua kerasa kayak mimpi. Karena aku itu bukan tipe orang yang ambisius. Aku lebih mengalir anaknya. Tapi kalau ada segala kesempatan di depan mata aku, pasti aku ambil. Sampai akhirnya, aku berani loncat untuk mengambil tawaran interview, sampai akhirnya kedapatan kesempatan untuk interview my biggest inspiration in terms of Korean music. Dan pengaruhnya, aku sekarang lebih berani dalam mengambil tantangan baru, dan ini mengajarkan aku kalau berkarya itu bukan soal angka. Bukan berapa viewsnya, berapa yang follow, berapa yang subscribe. Tapi, seberapa bisa kita berkarya dan fulfil kesenangan kita sendiri.”
As a K-pop enthusiast, pastinya Korean culture ada efek tersendiri di hidup kamu in every aspect like fashion or makeup. In your case?

“Kalau dari fisik mungkin makeup. Aku dulu itu selalu makai heavy makeup dan sekarang semenjak suka Korea, aku achievenya pengen yang glowing, makeup no makeup look. Paling lebih banyak ke musik sih kalau dari Korea tuh. Jadi sekarang aku kupingnya itu lebih nyaman ke lagu yang nyerempet Korea.”

In your opinion, why do you think people tend to follow the Korean trend so easily. Menurut kamu, apa sih sebenarnya yang mereka ingin capai?

“Menurut aku, orang Korea itu pintar sih. Mereka itu bisa menemukan caranya sendiri untuk bisa masuk ke pikiran dan hati fangirls dan fanboys dengan cara yang halus dari berbagai aspek. Misalkan, kita suka K-pop, dan idola kita main di variety show yang memperlihatkan kebudayaan Korea. Secara tidak sadar, kita tuh sedang diracuni dengan budaya-budaya Korea, yang sampai pada akhirnya kita tuh jadi pingin mencoba yang namanya toppokki lah, kimchi lah. Mereka masuk dari entertainment industry yang ternyata malah membuat kita jatuh cinta, nggak hanya dengan hiburannya aja, tapi juga dengan budaya Korea dari segi makanan, tempat, sampai fashion.”

Now, what do you plan for your future as a singer? Is there a plan to create your own album and if yes, will it be affected with your love towards K-pop?
Yes, to have my own album is like my dream. Sebenarnya itu target aku tahun ini, cuman lagunya belum terkumpul. Already having 2 singles myself, having an album adalah salah satu yang mau aku capai di dalam bucket list aku. Sebelumnya aku itu selalu memberikan referensi lagu-lagu yang aku suka, yang which is K-pop, ke songwriter dan producer aku, so it kind of affected my music. Plus, aku kepinginnya punya lagu yang ada Korean versionnya. Semoga terwujud, ya.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Vicky Melly
Digital Imaging: Rian Pandu
MUA: Fadillah Putri
Stylist: Karina Yu
Wardrobe: Figure & Noir Sur Blanc, available at The F Thing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Premium Store at the F thing
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM

letterf.id

Load More... Follow on Instagram