Sejarah Singkat Marc Jacobs

When it comes to Marc Jacobs history of the label, we could easily declare that the designer Marc Jacobs is a quite unique specimen among fashion giants. Dulu, ia sempat memimpin bukan hanya satu, tetapi dua fashion empire sekaligus, salah satunya adalah Vuitton, yang sekarang udah bertransformasi menjadi brand yang kita kenal sekarang. Selain Vuitton, dia juga head dan pendiri fashion labelnya sendiri, Marc Jacobs, dan diffusion line Marc by Marc Jacobs, yang membuat kita semua bertanya-tanya kenapa ia sering dianggap sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia.

Marc memulai karirnya di bidang fashion saat bekerja sebagai stockboy di Charivari. Pertengahan 1980, ia bekerjasama dengan Robert Duffy untuk membangun perusahaan Jacobs Duffy Designs Inc. yang tetap eksis hingga sekarang. Tahun 1986 adalah tahun pertama Marc merancang koleksi pertamanya dibawah label Marc Jacobs yang disponsori oleh Onward Kashiyama USA, Inc. Tahun 1988, Jacobs dan Duffy bergabung di Perry Ellis unit desain wanita setelah pendiri perusahaan tersebut meninggal dunia. Dia juga menjadi pengawas desain busana-busana wanita berlisensi. Sayangnya, pada tahun 1992, Marc dipecat dari Perry Ellis karena desain koleksi grunge yang dibuatnya.
Tragedi pemecatan itu tak merusak karirnya sebab pada musim gugur 1993, Jacobs Duffy Designs Inc. secara resmi meluncurkan lisensi dan perusahaan desain dengan nama Marc Jacobs International Company, L.P. Selama ini, Marc lebih banyak berkiprah di perancangan busana wanita hingga akhirnya pada tahun 1994, ia memproduksi koleksi pakaian laki-laki pertamanya. Karirnya semakin berkembang dengan ditunjuknya ia sebagai direktur kreatif pada brand fashion ternama, Louis Vuitton. Untuk mengoptimalkan kinerjanya di brand ini, dia banyak berkolaborasi dengan seniman populer seperti Stephen Sprouse, Takashi Murakami, Richard Prince, hingga rapper Kanye West.
Tahun 2001, Marc kembali meluncurkan label baru yaitu Marc by Marc Jacobs. Bisnisnya ini kemudian merambah ke dunia parfum yang diawali dengan diluncurkannya body-splash yang terjangkau pada tahun 2006. Pada awalnya, parfum ini hanya dijual eksklusif di butik-butik parfum, namun kemudian menjadi semakin populer saja beberapa tahun terakhir. Karirnya di dunia fashion menarik perhatian seorang Loic Prigent untuk mengabadikan kisah hidup Jacobs dalam film dokumenter berjudul “Marc Jacobs and Louis Vuitton” pada tahun 2007. Hal yang paling mengejutkan adalah ketika pada Februari 2008, Marc dituduh melakukan plagiarisme sebuah desain syal yang dibuat pada tahun 1950 oleh desainer Swedia, Gosta Olofsson. Dia pun kemudian memberikan kompensasi moneter kepada anak Olofsson untuk menyelesaikan masalah ini.
Selain hasil karya yang mengundang kekaguman banyak orang, citra diri Marc pun membuat ia menjadi selebriti diantara selebriti kelas dunia yang menggandrungi rancangan-rancangan hebatnya. Bisnis fashionnya juga berkembang pesat dari waktu ke waktu. Hal ini dibuktikan dengan pada musim panas 2011, telah ada sekitar 239 toko retail Marc Jacobs di sekitar 60 negara, termasuk di Indonesia.

Beberapa produk parfum dari Marc Jacobs bisa kamu temukan dengan harga yang terjangkau lewat website The F Thing, termasuk Marc Jacobs Daisy, Marc Jacobs Honey, Marc Jacobs Decadence, Marc Jacobs Daisy Eau So Fresh, Marc Jacobs Daisy Dream, dan Marc Jacobs Dot yang bisa kamu beli dengan potongan harga sampai dengan 46%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Premium Store at the F thing
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM

letterf.id

Load More... Follow on Instagram