Sisi Lain Zack Lee Yang Nggak Semua Orang Tahu

“Cintai musuhmu, berkatilah orang-orang yang menganiaya kamu, doakanlah orang-orang yang menyiksamu. Itu adalah jalur tercepat yang kita punya untuk memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan.”

Sebuah ungkapan yang dalam namun akan mempengaruhi bagaimana seseorang akan menjalani hidupnya. Ungkapan tersebut adalah kata-kata yang diucapkan oleh aktor Zack Lee melalui Instagram Story yang sempat menjadi trending nomor 3 di Google. Seperti yang kita semua tahu, aktor kelahiran Liverpool, Inggris, ini sempat ramai jadi perbincangan public karena sifat temperamennya. Namun, setelah berbincang banyak dengan Zack, bisa terlihat bahwa sifat-sifat itu hanyalah sebuah miskonsepsi.

Zack Lee yang punya nama asli Zack Lee Jowono ini merupakan aktor yang mengawali kariernya sebagai bintang sinetron Sepanjang Jalan di tahun 2002. Namun namanya mulai dikenal masyarakat usai berperan dalam sinetron Preman Kampus pada tahun 2004. Sosoknya pun semakin dikenal ketika menjadi bintang beberapa film box office The Raid 2 dan Buffalo Boys. Zack juga mengaku ia mencoba bermain di film horror Jaga Pocong, untuk merasakan adrenalin dan proses syuting film horror.

Lo sempat cerita blak-blakan di BKR podcast kalau lo dulu temperamen, sering berantem, dan lo juga info kalau lo sudah menemukan ketenangan. Boleh share yang membuat lo berubah drastis?
“Banyak sekali yang terjadi di hidup gue yang kalau diceritakan pasti panjang. Gue besar di lingkungan yang keras, ini yang membuat kepribadian gue juga keras. Karena gue besar di daerah yang keras, itu membentuk diri gue sendiri menjadi lebih keras juga. Gue dulu pernah dilecehkan secara seksual ketika masih umur 7 tahun, dari situ tertanam rasa dendan dan marah di diri gue sendiri—ditambah ketika gue cerita ke orangtua gue soal ini, mereka nggak percaya. It never made me gay, but it created a deep anger inside of me. Dan seperti yang tadi gue bilang, tumbuh di daerah yang keras juga bikin gue jadi sering berantem. Once, me and my older brother got into a fight dan dibawa ke kantor polisi waktu gue 14 tahun, dan itu karena kita bela adik perempuan kita yang dipukul orang. Gue kejar orang itu dan gebukin sampai fatal. My dad is a tough love type of person, so kita basically susah mengekspresikan kasih saying, like it’s an impossible thing to do. That’s why, growing up, gue jadi mudah marah dan menjadi pendendam, I’ve a lot of negative thoughts ketika gue dendam.”
So what was the turning point? Once again, from the podcast, we found out that you experienced a personal revelation.

“Iya. Long after all those tough past happened, I experienced Jesus in a very supernatural way. Believe it or not, I saw Jesus in my room and instantly I felt enlightened, like something happened to my soul and being. I felt loved, warm and peace that I’ve never experienced before in my whole life. Setelah itu gue mulai mengalami perubahan di diri gue sendiri. Hati gue mulai diubah. Gue baca alkitab dan gue belajar tentang Tuhan Yesus mengajar untuk mengampuni 70 x 7 kali yaitu 490 kali dalam sehari. Setelah itu gue mulai belajar untuk selalu mengampuni kesalahan orang-orang. Setelahnya, gue nggak pernah merasakan dendam pada siapapun, nggak lagi merasa marah. Not hate, nothing. It was gone. Since then, gue percaya Tuhan maha pemaaf. Orang mikir gue garang, tukang berantem or whatever, but I do good things that I don’t show them off to people cause I’m a free man. You can offend me, but I will choose to be loving, to forgive and to accept.

That was deep and personal, thank you for sharing. But if you don’t mind, prosesnya bertahap atau gimana, Zack?

“Mungkin karena gue udah dewasa juga. Dulu memang gue itu orangnya sangat pemarah, tapi gue selalu inget kalo Tuhan ngajarin gue bahwa semakin gue melakukan kasih dan pengampunan, maka akan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Kalau kita menabur benih kesabaran, kita akan otomatis menjadi orang yang lebih sabar. Dalam arti, oke, gue boleh marah, tapi jangan sampai gue mengutuk orang itu. Gue percaya bahwa semua orang itu punya kekurangan dan di setiap orang itu ada kebaikan.”

Apa yang lo pelajari dari semua kesalahan yang lo perbuat di masa lalu?

I have so many mistakes and I’m still in the process of learning until now. Tapi, entah bagaimana, itu semua mengajarkan gue untuk menjadi lebih bijak dan mudah untuk memaafkan kesalahan orang.”

Editor: Galuh Tathya
Writer: Dela Naufalia
Photographer: Ganang Afriardi
Digital Imaging: Rian Pandu
MUA: Nadia Renata
Stylist: Sasqia Ayuningtyas
Wardrobe: 2nd Red and Moodsociety, available at TheFThing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One response to “Sisi Lain Zack Lee Yang Nggak Semua Orang Tahu”

  1. […] wawancara dalam dengan aktor Zack Lee di sini, Letter F juga bahas film-film yang pernah ia bintangi. Dalam suatu film, pendalaman karakter […]

Beauty Fest
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM
Follow on Instagram