Yuna&Co. Ajak 6 Model Difabel Untuk Tampil Lebih Pede – Sponsored by FIGURE

Platform personal styling Yuna & Co., bersama gerakan nonprofit Lipstick untuk Difabel (LUD) mengumumkan kolaborasi terbaru untuk mendorong para perempuan Indonesia mengeluarkan potensi terbaik mereka, melampui batas-batas yang ada, serta menjalani hidup dengan percaya diri. Dengan pakaian yang modis untuk menonjolkan karakter masing-masing, The F Thing melalui FIGURE ikut berpartisipasi.

Gerakan LUD yang dimulai Laninka sejak Juli 2018, awalnya berupaya untuk mendorong kaum perempuan difabel tampil lebih percaya diri melalui make-up. Bentuk gerakan ini berupa donasi kepada wanita difabel dengan mengumpulkan lipstick dari sumbangan sesama wanita di Indonesia. Dalam waktu dua tahun, LUD telah berkembang menjadi sebuah komunitas inklusif yang menyatukan wanita difabel dan non-difabel untuk saling menyemangati, berbagai informasi, dan saling peduli satu sama lain.
Sebagai bentuk dukungan terhadap LUD, Yuna & Co. memberikan jasa personal styling serta menyediakan fashion items untuk 6 orang model difabel pada sesi pemotretan terbaru LUD, juga memproduksi konten tentang LUD yang akan dimuat dalam kanal digital perusahaan dan media partner-nya. Sebagai wujud peduli, Yuna & Co. mengajak keenam wanita hebat ini untuk sesi pemotretan fashion. Didukung brand lokal ternama Figure, Le Bijou, Clouwny, Senora, Elgra, Cloxvox, Ramune, Jauw Active, Bearnice, Square The Label dan Mava.

Irene

Boss Babe Style! Tampil pro dengan suit set biru plus camisole pastel.

Maureen

Coba strong princess look dengan midi dress pink dan outer sheer bergaya lembut.

Feby

Printed blouse and straight pants selalu bikin gaya! Cocok banget untuk casual boyish look.

Sashi

Knit cardigan yang trending makin keren dengan baggy jeans, belt dan sneakers.

Galuh

Tampil beda dengan blazer dan mini skirt yang cool, sexy dan confident.

Putri

Keep it neat ala smart casual! Pilih blazer dan jeans untuk kombo rapi and chic.

Sesi shooting yang seru ini juga jadi bukti kalau fashion sangat universal dan bisa jadi cara tampil pede maksimal, termasuk untuk kaum difabel. “Sesuai asal usul katanya, difabel berasal dari kata differently-abled. Mereka memiliki potensi, kemampuan, dan kegigihan yang sama dengan semua perempuan dan manusia lain. Keterbatasan fisik tidak boleh menghalangi mereka untuk terus berkarya, mencintai diri sendiri, dan melampaui batas-batas yang ada,” ujar Winzendy Tedja, CEO Yuna & Co.

All wardrobe are provided by FIGURE, available at The F Thing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Ordinary
clozette
en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
%d bloggers like this:
INSTAGRAM FOLLOW ON INSTAGRAM

letterf.id

Load More... Follow on Instagram